Dell mengejutkan banyak pihak saat mengumumkan di ajang CES bahwa mesin Alienware terbaru yang akan bergabung dalam lini gaming hardcore perusahaan ini justru adalah laptop mungil berukuran 11 inci, yang lebih menyerupai netbook dibandingkan PC gaming konvensional.
Namun meskipun ukurannya kecil, M11x yang kami uji ini menyimpan banyak kekuatan di dalam sasis mungilnya. Ia dibekali prosesor Intel SU7300 Core 2 Duo, RAM 2GB, kartu grafis Nvidia GeForce GT 335M 1GB yang bisa diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan, layar TFT 11,6 inci resolusi 1366 x 768, dan hard disk 250GB.
Pilihan konektivitasnya juga sangat lengkap — dari sisi fisik terdapat 3 port USB, HDMI-out, DisplayPort, Mini FireWire, VGA, card reader, bahkan slot SIM card. Dari sisi nirkabel, tersedia Wi-Fi 802.11b/g/n dan konektivitas 3G jika Anda memiliki kartu SIM yang sesuai.
Kami telah beberapa kali mencoba langsung M11x, dan setiap kali kami terkesan. Laptop mungil ini tampil layaknya versi mini dari Alienware M15x atau M17x, seolah-olah terkena sinar pengecil milik ilmuwan gila. Tampilannya sama — dari port speaker, logo kepala alien di atas keyboard, lampu latar (backlighting), hingga aplikasi untuk mengatur semua itu sesuai keinginan Anda.
Sekilas Pendapat Kami
Kami belum mendapatkan info harga dan tanggal rilis resmi, namun perangkat ini tampaknya sudah hampir siap dipasarkan — kemungkinan hanya tinggal beberapa bulan lagi. Di AS, harganya diperkirakan sekitar $800, yang mungkin akan diterjemahkan menjadi sekitar £699 di Inggris.
M11x membuat kami bersemangat untuk bermain game saat bepergian — tidak hanya game ringan seperti Peggle atau Braid. Performa-nya mengesankan, begitu juga keyboard-nya. Meski begitu, harganya masih agak tinggi, meskipun tetap lebih murah dibandingkan model Alienware berukuran 15 dan 17 inci. Dari waktu singkat kami bersama M11x, laptop ini tampaknya akan menjadi opsi solid bagi gamer yang sering bepergian.
Kelebihan & Kekurangan (First Look)
KELEBIHAN
- Performa luar biasa untuk ukuran sekecil ini
- Banyak fitur seperti laptop gaming besar
KEKURANGAN
- Sedikit berat untuk ukurannya
- Baterai tidak bisa diganti pengguna
Desain Alienware: Love it or Hate it
Kami tidak pernah menjadi penggemar berat desain kepala alien khas Alienware — menurut kami agak mencolok dan, kalau boleh jujur, sedikit memalukan. Untungnya, sejak diakuisisi oleh Dell pada 2006, desain ini sudah lebih disederhanakan. Meski begitu, laptop Alienware tetap tidak bisa disebut “minimalis”. Anda mungkin akan langsung suka — atau tidak sama sekali. Masalahnya, jika Anda tidak suka, tidak banyak alternatif lain karena kebanyakan laptop gaming punya desain yang serupa.
Layar dan Portabilitas
Layar 11 inci tampak cerah, tajam, dan memiliki sudut pandang yang baik. Saat diuji di ruangan gelap, rasio kontrasnya terlihat baik, tetapi karena ini adalah perangkat portabel, kami belum bisa menilai performanya di bawah sinar matahari — kemungkinan tidak terlalu baik, tapi setara dengan laptop lain sekelasnya.
Soal bobot, perlu dicatat bahwa meskipun ukurannya setara netbook, beratnya mencapai 1,8kg, lebih mirip laptop biasa. Sebagai perbandingan, Acer Aspire One 10 inci hanya berbobot 1kg — hampir separuhnya. Tidak akan membuat Anda cedera punggung, tapi Anda pasti akan merasa beratnya jika sering membawanya di dalam tas.
Keyboard dan Trackpad
Kami sangat terkesan dengan keyboard-nya. Meskipun lebih kecil dari keyboard biasa, tombol-tombolnya membulat, empuk, dan tidak terasa ringkih. Anda tidak perlu khawatir tombol “R” akan lepas saat Anda sedang panik mengisi ulang senjata di tengah game. Tombol WASD juga terasa cukup besar. Trackpad-nya bertekstur nyaman, tapi cukup kecil — jika bermain game dalam waktu lama, Anda pasti ingin menggunakan mouse eksternal.
Performa: Apakah Setara dengan Nama Besarnya?
Pertanyaannya, apakah performanya sesuai dengan reputasi Alienware? Berdasarkan spesifikasi dan resolusi layar yang relatif rendah, kami tidak terlalu terkejut saat mendapati laptop ini sangat lancar menjalankan game. Kami mencoba Call of Duty 4, Batman: Arkham Asylum, dan Left 4 Dead 2 — dan meskipun kadang-kadang ada sedikit lag saat layar terlalu sibuk, secara keseluruhan game berjalan sangat mulus, meskipun tanpa anti-aliasing atau pengaturan grafis “Ultra”.
Daya Tahan Baterai
Diklaim bisa bertahan sekitar 6,5 jam untuk penggunaan normal, dan sekitar 2 jam untuk bermain game intensif. Jika benar, ini sangat mengesankan. Namun, kami sedikit kecewa karena baterainya tidak bisa diganti sendiri oleh pengguna, karena baterai ini ditanam langsung di dalam perangkat. Menurut Dell, ini satu-satunya cara untuk menjaga ukuran M11x tetap mungil — jika tidak, baterainya akan menonjol keluar dari bodi belakang.
Kesimpulan Sementara:
Alienware M11x tampaknya akan menjadi laptop gaming ultraportabel yang cocok bagi gamer yang menginginkan performa tinggi dalam ukuran kecil — dengan kompromi di sisi bobot dan fleksibilitas baterai.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan dell laptop indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi delllaptop.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
